Derawan (2) – Maratua

Menjelajah pulau Maratua mengasyikkan sekali. Banyak resort berdiri diatas air laut. Berwarna warni. Pasirnya putih bersih sekali. Inilah Indonesia tanah dan airku. Inilah keindahan pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. Dermaga kayu menjorok kelaut. Resort kayu diberi cat warna warni. Angin sepoi sepoi. Warna air laut yang biru sekali dan jernih sekali. Ikan ikan kelihatan dari atas. Alangkah indahnya.

DSC_9299 DSC_9298 DSC_9303 DSC_9304 DSC_9302 DSC_9301DSC_9305DSC_9308 DSC_9307 DSC_9314 DSC_9315 DSC_9329

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Maratua Resort

| Leave a comment

Derawan (1) – Tarakan dan Pulau Derawan

Kami berkumpul di pelabuhan Tengkayu menunggu kapal yang akan membawa rombongan ke kepulauan Derawan. Sebuah pelabuhan yang sibuk dengan kapal speed boat membawa manusia dan barang keluar masuk Tarakan.

Sedikit sejarah Tarakan.

Pada saat pendaratan Sekutu, 1945, angkatan Jepang di Tarakan berjumlah 2.200 orang yang didatangkan dari AD Kekaisaran Jepang dan AL Kekaisaran Jepang. Satuan terbesar adalah Batalion Infantri Independen ke-455 yang berkekuatan 740 orang yang dikomandoi oleh Mayor Tadai Tokoi. 150 pasukan pendukung AD juga ada di Tarakan. Sumbangan AL kepada garnisun Tarakan tersusun atas 980 pelaut yang dikomandoi oleh Komandan Kaoru Kaharu. Satuan laut utama adalah Angkatan Garnisun Laut ke-2 yang berkekuatan 600 orang. Satuan laut ini dilatih bertempur sebagai infantri dan mengoperasikan beberapa senapan pertahanan pesisir. 350 pekerja minyak sipil Jepang juga diharapkan bertempur pada saat serangan Sekutu. Angkatan Jepang termasuk sekitar 50 orang Indonesia yang berdinas di satuan pengawal pusat. Mayor Tokoi mengarahkan keseluruhan pertahanan Tarakan, meskipun hubungan antara AL dan AD buruk. Angkatan Jepang dipusatkan di sekitar Lingkas, pelabuhan utama Tarakan dan tempat satu-satunya pantai yang cocok untuk pendaratan pasukan. Pembela itu telah menghabiskan waktu beberapa bulan sebelum serangan yang menyusun posisi bertahan dan menanam ranjau. Pertahanan yang diatur itu banyak dipakai selama pertempuran, dengan taktik Jepang yang difokuskan pada posisi bertahan pra-persiapan yang kuat. Jepang tak melakukan kontra-serangan besar apapun, dan kebanyakan gerakan menyerang terbatas pada beberapa pihak penyerang yang mencoba menyelusup garis Australia.

Mendapatkan ladang minyak Tarakan adalah satu tujuan awal Jepang selama Perang Pacific. Jepang menyerang Tarakan pada tangga1 11 Jan 1942 dan mengalahkan garnisun Belanda, yang kecil dalam pertempuran 2 hari di mana separuh pasukan Belanda gugur. Saat ladang minyak Tarakan berhasil disabotase oleh Belanda sebelum penyerahannya, Jepang bisa dengan cepat memperbaikinya agar bisa menghasilkan lagi dan 350.000 barel diproduksi tiap bulan dari awal tahun 1944.

Menyusul penyerahan Belanda, 5.000 penduduk Tarakan amat menderita akibat Jepang. Banyaknya pasukan Jepang yang ditempatkan di pulau ini mengakibatkan penyunatan bahan makanan dan sebagai akibatnya banyak orang Tarakan yang kurang gizi. Selama pendudukan itu, Jepang membawa sekitar 600 buruh ke Tarakan dari Jawa. Jepang juga memaksa sekitar 300 wanita Jawa untuk bekerja sebagai jugun ianfu (pelacur) di Tarakan setelah membujuk mereka dengan janji palsu mendapatkan kerja sebagai juru tulis maupun membuat pakaian.

Arti penting Tarakan bagi Jepang makin menguap dengan gerak maju cepat angkatan Sekutu ke daerah itu. Tanker minyak Jepang yang terakhir meninggalkan Tarakan pada bulan Juli 1944, dan serangan udara Sekutu yang hebat pada tahun-tahun itu menghancurkan produksi minyak dan fasilitas penyimpanan di pulau itu. Serangan ini juga membunuh beberapa ratus penduduk sipil Indonesia.

Speedboat kami meninggalkan pelabuhan Tengkayu menuju ke Derawan. Dientrog-entrog ombak yang tingginya semeter semeter sakitnya bukan main. Anginnya kencang sekali. Kami memakai pelampung. Takutnya kalau ada apa2 dilaut kami bisa terapung apung. Angin yang keras sekali, ditambah speedboa yang memukul mukul laut dan bau bensin dari speedboat membuat kami diam tidak ada yang bicara. Selama 2 jam lebih kami tidak menikmati perjalanan ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tiba di kepulauanDerawan kami disuguhi dengan pemandangan resort yang berdiri diatas laut. Indah sekali resort itu. berwarna warni. dan eksotik.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

DSC_9274 DSC_9267 DSC_9276 DSC_9330

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

| Leave a comment

Komodo (3) – Treking di pulau Komodo.

IMG_8591IMG_8599IMG_8660 IMG_8688 IMG_8687 IMG_8686IMG_8661

Kami tidur di kapal cruise pinisi 6 kamar ini, wah ributnya suara mesin. Ditambah bau solar benar2 mengganggu kenyamanan tidur. Tiada masalah sih bagi kami berdua tetapi banyak yang memilih mengungsi tidur di dek kapal. Jam 4 saya sudah bangun, untuk sholat.  Kapal berhenti sepanjang malam selama kami tidur, berlainan dengan kapal cruise yang malah berlayar ketika kami beristirahat. Jadi kapal Indonesia solider dengan manusianya, sama-sama istirahat di malam hari.

Ada satu fenomena alam yang menarik hati yang diperkenalkan Ondo. Terbangnya sejuta kalong keluar dari sarangnya di senja hari setelah matahari terbenam. Ratusan kalong terus keluar seperti semburan air selama 20an menit tak berhenti sedetikpun, kapal kemudian berjalan lagi mendekati Pulau Komodo. Kami mulai trekking setelah selesai sarapan pagi, yakni jam 7 teng. Anak-anak IBM memang tepat waktu, mudah diatur. Kapal pinisi ini tak kalah dengan kapal cruise pelayanannya, yakni mereka juga punya tender, sekoci untuk mengangkut penumpang dari kapal ke pantai pp.

Trekking di Pulau Komodo ini hasil nya lumayan daripada di Pulau Rinca kemarin sebab kami berjumpa dengan 2 ekor komodo yang sedang melakukan penyamaran, pura-pura jadi batang pohon mati, tak bergerak, namun siap mengintai mangsanya kalau-kalau ada yang mendekat. Akan halnya bau manusia, apalagi kakek nenek uzur yang alot, engga makanan kata mereka. Trekking hari ini mengambil route yang medium, tidak terlalu berat, tidak terlalu sulit medannya.

Snorkeling site ketiga ini memang top markotop selain mudah aksesnya, artinya beberapa meter saja dari pantai, taman lautnya sudah aduhai. Namun arusnya memang deras dan terasa sekali ketika hari semakin siang. Ongkos trip ke Kepulauan Komodo terbayar lunas disuguhi pemandangan. Kami berenang di atas air laut di pantai itu dan melihat ke bawah seperti sedang ada di akuarium raksasa. Puluhan jenis ikan berwarna-warni yang indah serta terumbu karang yang hidup menerpa mata dari spot yang satu ke yang lain.

Setelah sekitar 2 jam snorkeling, kami kembali ke kapal untuk makan siang bersama. Di pinisi ini, makanan cem-macem lauk dimasak  ABK. Menu makan siangnya, chicken snitzel alias ayam goreng tepung, sayur gocai yakni sekitar 5 macam sayuran dicah, tahu tempe masak tomat, ikan teri asin pakai cabe, yang terakhir bukan disiapkan chef kapal tapi dibawa salah satu dari kami.

Setelah makan, snorkeling kembali. Yang kedua hari ini di dekat Pulau Sebayur. dan snorkeling di Kanawa Resort. Resort ini sederhana tampaknya dibandingkan dengan yang di Raja Ampat dan menurut Ondo kepunyaan orang Itali. Jelas tamunya yang terlihat disana-sini bule semuanya. Kata Ondo lagi, ongkos nginap di resort
tersebut cuma Rp 200 ribu per orang per malam. Snorkeling di pantai resort ini so-so untuk ukuran Kepulauan Komodo.

Jam 7 malam, dinner keluar, nasi dengan lauk pauk ikan bakar, terong cah tomat dan bawang, bakmi goreng dan sayur urap. Tiada appetizer dan dessert, chef kapal Padaelo sudah kecapean. Sebagai gantinya, kami isi dengan gosip-gosip anak-anak exIBM yang tidak ikutan trip, termasuk mantan bos-bos kami yang lucu-lucu, termasuk bos bule-bule kami. Video Klik

_DSC1940 _DSC1936

IMG_8527 IMG_8448 002

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

_DSC1854 IMG_8688 IMG_8600 IMG_8808 IMG_8809

| Leave a comment

Komodo (2) – Snorkeling

Acara selanjutnya adalah snorkeling di dua pantai yang pasirnya bersih dan airnya jernih. Salah satunya yang unik adalah di Pink Beach. Pantainya benar2 berwaena pink atau merah jambu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pink Beach atau Pantai Merah Muda adalah salah satu pantai yang ada di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini disebut Pink Beach dikarenakan pasir pantainya yang berwarna pink, kesannya romantis. Warna pink dari pantainya merupakan campuran dari warna pantai pasir putih yang bercampur dengan serpihan karang, cangkang kerang, serta kalsium karbonat dari invertebrata laut yang berukuran sangat kecil, dan juga Foraminifera, Amuba Mikroskopis yang memiliki cangkang tubuh berwarna merah. Pantai seperti ini hanya ada 7 lho di dunia. Jadi kita harus bangga mempunyai salah satu pantai yang berwarna pink ini.

Di Pink Beach ini terdapat begitu banyak biota lautnya meliputi 1000 spesies ikan, 260 spesies terumbu karang, dan 70 spesies spong. Dengan adanya biota laut yang begitu banyak, kami menikmati sebagai tempat snorkeling. Arus di pantai ini cukup kuat. Hal itu dikarenakan adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. ada satu teman putri terseret arus keras, dan dibantu oleh pemandu kami yang jago berenang. Alhamdullilah. Foto lainnya : https://www.youtube.com/watch?v=eajb82Qvbdw    Video Klik

Pink beach

Pink beach

_001 001  _DSC1980 _DSC1981 _DSC1982 _DSC1983 _DSC1984

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_8708 IMG_8709 IMG_8798 IMG_8799 IMG_8800

| Leave a comment

Komodo (1) – Trekking di pulau Rinca.

IMG_8576IMG_8577IMG_8578IMG_8579IMG_8630IMG_8631_DSC1795_DSC1854

_DSC1849Setelah semalam istirahat di hotel di Labuhan Bajo, pagi jam 09:00 rombongan dibawa ke pelabuhan Labuhan Bajo. Kami naik kapal Pinisi yang dirubah menjadi mini hotel, dengan 6 kamar, ditengah ada tempat kumpul, tempat makan dan tempat bercengkerama, paling atas atap yang disulap menjadi tempat mencari angin diwaktu malam. Kemudi kapal ada di bagian paling atas.

Jam 11 kami tiba dipulau Rinca. Ada 4 ranger yang akan mengawal 16 orang rombongan eks IBM untuk treking. Kalau menjumpai komodo dialam bebas, kami dilarang bicara keras. Dilarang bercanda. Gerakan harus sesedikit mungkin. Kalau bisa jangan jauh jauh dari ranger yang ditugaskan mengawal kami.

Pulau Rinca, mempunyai 2,300 komodo. Kami melakukan trekking, berjalan menyusuri hutan kering alias pohonnya menanggas, untuk melihat komodo dan berbagai macam binatang liar seperti rusa, babi hutan, monyet, banteng dan aneka ragam burung. Baru melangkah 1 km sudah menemukan beberapa komodo yang berada dibawah rumah yang dihuni ranger.

Terus mulai menaiki bukit gersang panas karena matahari. Nemu seekor kerbau yang sedang berkubang di air, dngan luka bekas gigitan komodo di kaki belakang dan punggungnya. Kerbau ini akan mati dalam waktu kurang dari seminggu karena bisa komodo.  Pesta menyantap kerbau oleh beberapa komodo akan dimulai kalau kerbau sudah mati.

Kami naik ke bukit dan melihat seekor komodo sedang dibawah pohon. Ngeri juga melihatnya. Adrenalin kami naik.

Naik terus kepuncak bukit untuk melihat pemandangan laut dan pantainya yang indah dari atas. Panasnya bukan main. Keringat menetes sampai kaos kami bash kuyup. Setelah selesai memotret, kami turun kebawah lewat jalan lain. Sampai dibawah ditempat kantor ranger baru istirahhat dan terus kedermaga, naik ke Pinisi. dan makan siang….. Nikmat sekali makan siang. Menunya seperti hotel. Capjai, ayam goreng, tahu goreng dicampur sayur dan ada nanas dan ditambah bawaan dari Jakarta. Nikmat sekali. Klik Video.

_DSC1888

5 eks IBMer di Komodo island. Keren

IMG_8372IMG_8372

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_8401_001 001_DSC1770

treking di pulau Richa

treking di pulau Richa

a

| Leave a comment

Anak Guru (12) – pendidikan kemandirian dalam bisnis oleh orang tua

Usia ayah saya ketika itu  50 tahun. Mempunyai anak 12 orang. Yang no 12 baru 3 bulan, yang no 1 19 tahun, belum ada yang mentas, belum ada yang kerja. Anak no 2 baru masuk Teknik Kimia Gadjah Mada, perlu biaya bulanan ketika itu rata-rata sebesar Rp 1.500 per bulan. Tetapi dari mana uangnya? Pensiun bapak jumlahnya kecil.

Ibu bapak bingung sekali. Putra no 3 baru masuk SMA N Pati kelas 1. Dan setiap hari dik Jadik melihat keadaan itu.

hal 58adikku kel soegijono 12 saudaraBayangkan ada 10 anak yang masih kecil kecil harus diberi makan minum. Bayangkan Ciput, putra ke 12, umur 3 bulan, butuh susu tetapi tidak ada uang. No 11 Titik dan no 10 Kris masih kecil butuh susu juga tidak ada uang. Dik Jadik putra ke 3, ketika itu umur 15 tahun, laki-laki paling besar dirumah.

Bapak Ibu panik.

Apakah bapak dan ibu mampu dan sanggup memberi makan 10 anak, dari bayi sampai abg? Dik Jadik yang paling tua, yang paling besar di rumah Pati melihat dengan mata kepala sendiri, betapa bapak dan ibu panik. Panik mencari biaya makan untuk 10 anak. Panik mencari uang pondokan untuk putra ke 2 Yono sebesar Rp 1.500 setiap bulan. Benar benar kondisi yang sangat kritis.

Harus ada sesuatu tindakan yang drastik. Harus ada trobosan yang berani, yang masuk akal dan bisa menghasilkan uang. Tetapi bagaimana? Sahabat sekolah dik Jadik di SMA N Pati adalah sahabat di SMP N Pati, mereka sahabat yang akrab, yang dekat dan yang ada keinginan untuk menolong, tetapi apa daya kemampuan belum ada. Akhirnya dik jadik memberanikan diri meminjam uang ke Heru, anaknya Lurah Marsi dari Dengkek yang dipandang paling kaya. Dengan uang pinjaman yang tidak seberapa dik jadik pergi ke Yogya, berniat dagang naphtol, mau kulakan naphtol dari Yogya. Naphtol obat pewarna yang dipakai untuk mewarnai batik batik di Yogya. Tempat yang menjual naphtol di Yogya ada dibelakang Pasar Beringhardjo, namanya daerah Ketandan. Disitu memang pusat penjualan obat warna warni untuk pabrik pabrik batik di Yogyakarta.

Yang pertama kali ketika bertemu dengan babah China di Ketandan adalah dik jadi belajar dari dia bagaimana cara mewarnai dengan naphtol, bahan pewarna untuk batik. Cat warna naphtol penggunaannya ternyata mudah, cepat dan praktis. Keuntungan nya adalah daya tahan warna cukup baik terhadap sinar matahari. Yang paling murah adalah warna hitam yang diimport dari RRC. Warna lain mahal karena buatan Bayer atau diimport dari Eropa.

pewarna-batikMewarnai kain membutuhkan 2 item, yaitu naphtol dan garam yang disebut diazonium sebagai pembangkit warna. Gunanya garam diazonium adalah untuk menyempurnakan larutnya warna naphtol kedalam kain, yang mau diwarnai dengan memakai air panas. Agar stabil dan tidak mudah luntur. Setelah menyiapkan air mendidih larutkan bahan cat warna naphtol, cukup 2 gram untuk satu atau dua baju. Airnya kira-kira 2 – 3 liter. Lalu masukkan garam diazonium kedalam air yang mendidih. Perbandingan naphtol dan garam 1 : 3. Mengingat bubuk naphtol mahal.

Proses mewarnai baju ini sama dengan proses mewarnai didalam pembatikan. Bahan kain atau baju atau celana yang mau diwarnai dibasahkan dulu, lalu dicelup ke air yang sudah ada bubuk warnanya kira-kira 3 – 5 menit, merata dan air masih dalam keadaan panas. Lalu diangkat dan dicelupkan ember yang ada larutan yang berisi garam diazonium yang juga panas. Kalau air dalam keadaan panas maka warna bisa masuk ke pori-pori kain, sehingga hasilnya bagus. Warna dijamin tidak luntur dan warna bisa bertahan dan tidak mudah berkurang walau kena pengaruh ultra violet dari matahari.

Untuk memasarkan naphtol dan garam diazodium ada ceriteranya tersendiri. Dik Jadik sengaja membolos sekolah dan mendatangi warung warung kelontong di Pati dan sekitarnya, mulai Trangkil, Kayen, Tayu dan Djuwana. Banyak warung yang saya datangi. Banyak warung yang diajarin bagaimana mewarnai kain baju atau celana dengan naphtol dan garam diazonium. Ini barang baru. Belum ada pewarna kain yang dijual di Pati dan sekitarnya. Dan dik Jadik memberikan gratis naphtol warna hitam dan garam diazonium untuk mereka pakai. Dimulai dari 50 bungkus, kulakan pertama, separohnya diberikan gratis kepada pemilik warung, yang separoh mereka jual. Dan laku. Alhamdullilah.

Hari Sabtu pagi dik jadik ke Yogya kulakan naphtol di Ketandan Yogya, pulangnya hari Minggu. Tidurnya dirumah bude Setro di Purwokinanti. Dan kembali melakukan penetrasi pasar dengan cara yang sama. Datangi warung kelontong, melakukan demonstrasi gratis, dan separoh ditinggal untuk dijual. Warna hitam murah sekali. Kalau warna lain sangat mahal. Warna hitam banyak diminati oleh pemuda kampung atau pemuda aktivis dari Marhaen atau komunis. Kalau mereka kumpul mereka memakai seragam hitam. Naphtol pak Giek dicari dan dibeli oleh kelompok ini. Kadang didatanginya kelompok Marhaen dan komunis, untuk ngajarin bagaimana memakai naphtol. Dan membolos sekolah lebih sering, karena melihat kegiatan jualan naphtol bisa menghasilkan uang.

Rupanya bapak dan ibu memperhatikan apa yang putra no 3 lakukan. Bapak ibu sangat prihatin. Bapak ibu tidak sampai hati anaknya membolos sekolah dan mulai mencari uang dengan dagang kecil-kecilan naphtol. Pada suatu malam putra ke 3 dipanggil bapak dan diajak berbicara. Bahwa mulai hari itu pekerjaan berjualan naphtol akan dilakukan oleh bapak. Bahwa bapak akan meminjam uang dari Toko Lares uang sejumlah Rp 30.000 untuk dipakai kulakan di Yogya. Bahwa bapak akan berangkat ke Yogya naik kereta api dan selama di Yogya akan tinggal di rumah Bude Setro. Bahwa putra ke 2 akan mengantar bapak belanja ke Ketandan di Beringhardjo. Bahwa untuk membeli 2 drum diazonium dan 1 drum warna hitam, akan dibayar cash. Untuk angkutan ke Pati akan dibantu putra ke 2 yang sekolah di Gadjah Mada.

Setiap hari bapak memecah garam diazodium yang harus dikeluarkan dari drum. Garam ini sangat berbahaya karena mengandung natrium dan phosphor, racun bagi tubuh manusia. Kalau kena kulit gatal sekali. Kalau kena mata wah .. bahaya. Maka bapak membungkus diri dengan kain berlapis-lapis, memakai kacamata, memakai topi dan pekerjaan memecah garam diazonium dilakukan dikolam ikan yang sudah dikeringkan agar pecahannya tidak menyebar ketempat lain. Bapak melakukan dengan penuh semangat. Bapak sadar bahwa tanggung jawab untuk memberi makan 12 anaknya adalah tanggung jawab beliau.

Bapak menegaskan bahwa anaknya harus tetap sekolah. Bahwa semua harus lulus SMA N Pati. Bahwa bapak menghendaki kalau bisa semua meneruskan ke Perguruan Tinggi.

Setelah lulus SMA N Pati dik jadik mendaftar ke Akademi Angkatan Udara. Tetapi tidak diterima karena ada masalah dengan mata. Kemudian pergi ke Jakarta, menginap di rumah Bapak Amin Singgih di Jalan Musi. Putra ke 3 mendaftar ke Trisakti Fakultas Teknik Sipil. Diterima. Tetapi untuk uang pangkal tidak punya uang sebanyak Rp 25.000. Akhirnya tidak jadi kuliah di Trisakti.

Lalu mendengar bahwa AIP menerima pendaftaran untuk mahasiswa baru. putra ke 3 diantar oleh Bapak Amin Singgih menemui Menteri Maritim yaitu Bapak Jatidjan yang tinggal di Jalan Panglima Polem. dia juga dibantu mas Tetet Sadjimin dokter dari Pati. Singkat cerita dik Jadik putra ke 3 diterima di AIP Ancol.

Untuk mengatasi biaya dia mencari beasiswa dan dapat beasiswa dari PT Bahtera Adiguna. Jadinya selama 3 tahun kuliah tidak usah mengeluarkan ongkos alias gratis.

Setelah lulus AIP dik Jadik langsung bekerja di kapal milik Bahtera Adiguna yang bernama MV Adiguna Meranti. Komoditi yang diangkut kayu meranti dari kalimantan ke Jepang. dia berlayar ke Asia, termasuk Singapore, Hongkong, Thailand, Malaysia dan Jepang. Setelah kewajiban selesai, pindah kapal. Bisa berlayar ke Australia dan Eropa dengan ganti kapal dan ganti pemilik kapal.

Posted in keluarga, manajemen | Leave a comment

Anak Guru (11) – Pendidikan karakter oleh bapak dan ibu.

Pendidikan karakter oleh Bapak dan Ibu.

Pendidikan karakter di Pati oleh bapak dan ibu adalah usaha dari bapak dan ibu, yang terus menerus, yang dilakukan oleh bapak dan ibu kepada 12 orang putra putrinya agar putra putrinya memahami, memperhatikan, menghayati dan melakukan nilai-nilai budi pekerti. Pola berpikir dan pola berperilaku untuk hidup, untuk bekerja sama, di keluarga, di masyarakat itulah yang didoktrinkan bapak dan ibu. Dilengkapi dengan pendampingan oleh bapak dan ibu sampai kami 12 putra dan putri tamat SMA.

Saya masih ingat bagaimana bapak ibu mengajarkan kami bersembahyang secara katolik. Berdoa Rosario. Agar ada jiwa religious di hati kami semua. Bapak membuat jadwal agar setiap hari ada anaknya yang mengikuti misa dengan cara dibuatkan giliran mengikuti misa. Bapak Ibu juga mengajarkan dan memberi contoh bagaimana kejujuran, toleransi, disiplin dan kerja keras itu ditegakkan dan dilaksanakan dikeluarga.

Sejak kecil kami sudah hidup dalam kondisi budi pekerti yang baik. Kebersihan rumah, memasak, mencuci pakaian dan mencuci piring adalah tugas rumah tangga yang dibagi sama rata kepada kami semua. Setiap anak bertanggung jawab.

Ketika bapak berbisnis naphtol, wenter atau wantex, kami harus kerja dan disiplin. Setiap malam membungkusi naphtol satu per satu di kantong plastic yang ukurannya kecil. Suasana nya dibuat yang rileks, yang penuh canda membuat kami anak2 menyenangi pekerjaaan bungkus membungkus. Setelah bisnis naphtol berhenti, karena naphtol tidak laku, Ibu mengganti dengan bisnis es mambo. Kreatifitas ibunda patut diacungi jempol. Kami dan adik adik diajarin kerja setiap malam sebelum tidur untuk membungkusi es mambo dikantong yang kecil. Sebelum memulai membungkus ibu bertanya sambil senyum dan dengan perkataan yang lemah lembut bahwa apakah PR nya sudah dikerjakan. Es mambo buatan ibunda terkenal di kota Pati. Enak rasanya dan pasti bersih karena terbuat dari air matang. Inilah pendidikan karakter dari bapak dan ibu yang diajarkan kepada kami. Inilah cara bapak ibu mengajarkan kemandirian dalam hal ekonomi. Luar biasa.

aubade 01aa

Bapak adalah pemimpin Aubade lagu perjuangan. Namanya adalah dirigen music yang sangat pandai dan terkenal di Pati. Bapak belajar music waktu Sekolah di Normaalschool Muntilan dan di Negeri Belanda. Beliau mampu memimpin aubade pelajar SMP dan SMA seluruh kota Pati. Jumlahnya mencapai ribuan murid. Mereka dilatih bernyanyi lagu lagu nasional dan lagu perjuangan. Dan puncaknya adalah pagelaran aubade menyanyi lagu perjuangan di Upacara 17 Agustus di Karesidenan Pati. Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air tumbuh mengakar sangat kuat dihati sanubari setiap pelajar SMP dan SMA seluruh kota Pati yang mengikuti latihan aubade lagu perjuangan. Bapak memimpin aubade sejak pengakuan kemerdekaan tahun 1950 sampai bapak pensiun tahun 1963. Dengan penuh semangat bapak melatih bernyanyi para pelajar SMP dan SMA seluruh Pati. Cinta Tanah Air dan Semangat kebangsaan tertanam dengan bagus dihati setiap murid SMP dan SMA.

Bapak dan ibu mengajarkan bagaimana cara yang baik untuk membina persahabatan, menciptakan dan mencintai suasana damai, memiliki kepedulian lingkungan, belajar kepedulian sosial dan tanggung jawab. Karakter itu diajarkan oleh bapak dan ibu. Kedua orang tua kami, bapak dan Ibu Soegijono telah memberi contoh yang dapat ditiru dan dapat dilaksanakan.

Pendidikan karakter di Pati yang diawali di keluarga, saya terima selama 18 tahun sangat membekas, sangat baik dan sangat berguna bagi kami putra dan putri bapak ibu Soegijono. Sehingga bapak dan ibu tidak perlu kawatir, ketika tiba masanya kami harus meninggalkan kota Pati untuk kuliah di Universitas dikota besar seperti Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Bahkan mas Anto yang kuliah di Sydney Australia dilepas dengan penuh keyakinan.

pak Giek 01Bapak saya lebih dikenal dengan Pak Giek. Beliau adalah guru dan pendiri SMP N I Pati. SMP yang didirikan pada tahun 1942, yang merupakan SMP satu-satunya di Karesidenan Pati, meliputi Kab Jepara, Kab Kudus, Kab Pati, Kab Rembang dan Kab Blora. Pak Giek adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian pak Giek didunia pendidikan di Pati diakui oleh banyak alumni SMP Rondole (nama sebelum merdeka) dan SMP N I Pati (nama sesudah merdeka). Pak Giek adalah lulusan Noormalschool Muntilan tahun 1939. Dan tahun 1942 telah memilih kota Pati sebagai tempat pengabdian kepada nusa dan bangsa sebagai guru SMP.

Pak Giek adalah pendidik generasi muda Pati. Beliau mengajarkan ilmu pasti di SMP, beliau mengajarkan karakter yang baik diluar sekolah, beliaupun mengajarkan mencintai tanah air dengan sungguh2.

Pendidikan Karakter diajarkan diluar mata pelajaran dengan memimpin aubade lagu perjuangan yang terdiri dari semua pelajar SMP dan SMA seluruh Pati. Pak Giek mendapatkan partitur lagu nasional dari sahabat Noormallschhool Muntilan yang bekerja sebagai dirigen nasional Bapak Komisaris Besar Polisi R AJ Sudjasmin. Dirigen aubade Istana dari tahun 60-80. Berkat partitur lagu nasional yang dikirim oleh pak Sudjasmin, maka pak Giek dengan mantap memimpin untuk menyanyikan lagu2 nasional di kota Pati setiap tanggal 17 Agustus dari 1949 sampai 1963. Ribuan anak sekolah dilatih berhari-hari, berminggu-minggu tanpa kenal lelah. Tanpa diberi servis minuman. Tanpa diberi servis makanan. Pokoknya tertib dan teratur.

Waktu upacara 17 Agustus di halaman rumah Residen Pati, ribuan pelajar sekolah SMP dan SMA Pati mempertunjukkan kebolehannya menyanyikan lagu2 nasional. Paduan suara sampai 4 suara. Dampak dari pendidikan aubade lagu nasional kepada para pelajar Pati adalah perasaan mendalam tentang cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Rasa cinta tanah air yang sangat membekas dihati para pelajar eks SMP N I Pati. Mereka menjadi lebih tebal rasa kebangsaan dan nasionalismenya. Mereka alumni SMP N Pati menjadi orang yang mengisi kemerdekaan. Mereka para alumni SMP N I Pati mempunyai karakter baik yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

| 1 Comment